Short Selling

Salah satu kelebihan investasi perdagangan forex adalah adanya leverage atau two way opportunity, yaitu kesempatan mencetak keuntungan baik dalam kondisi harga sedang naik maupun sedang menurun. Dalam kondisi harga sedang naik, strategi yang digunakan adalah perdagangan konvensional, yaitu membeli dahulu dengan harga murah baru kemudian menjualnya. Inilah yang dilakukan pada transaksi sektor riil. Dalam perdagangan forex, jika kondisi harga sedang menurun, investor bisa melakukan strategi short selling, yaitu melakukan penjualan lebih dulu -dengan harga yang masih tinggi baru membeli ketika harga sudah murah / menurun. Pada investasi forex, short selling menjadi pengetahuan wajib dan pekerjaan wajib pula. Sebab, justru kondisi inilah yang sering terjadi. Oleh karena itu investor harus mengetahui seluk beluk short selling ini.

Apa dan bagaimana perdagangan forex dengan short selling itu? Pada prinsipnya, short selling adalah melakukan penjualan suatu barang atau jasa yang tidak dimiliki oleh penjual. Mengapa bisa terjadi, seseorang yang tidak memiliki suatu barang atau jasa untuk dijual dapat melakukan penjualan? Bagaimana seandainya pembeli menuntut penjual untuk segera menyerahkan barang atau jasanya? Di sinilah perbedaan berinvestasi di sektor riil dengan berinvestaii di perdagangan forex.

Di pasar barang misalnya sektor riil, pedagang kambing, tidak mungkin bisa menjual kambing yang tidak dimilikinya kepada pembeli. Alasannya? Pertama, tentu pembeli ingin melihat dulu wujud kambing yang akan dibelinya, apakah gemuk, sehat, kurus atau bagaimana? Kedua, kalaupun penjual berhasil mendapatkan kambing yang akan dijualnya, dia harus membelinya terlebih dahulu. Ketiga, di pasar barang perdagangan terjadi secara spot atau tunai, artinya pembayaran dilakukan begitu terjadi transaksi.

Sedang di pasar forex, penjual dan pembeli tidak bisa langsung saling bertemu dan menyaksikan barang yang akan diperdagangkan. Untuk mempermudah pemahaman mengenai mekanisme short selling barangkali lebih baik diilustrasikan dengan contoh.

Misalnya ada tiga investor, sebut saja A, B dan C. Sedang mata uang yang dijadikan ajang short selling adalah GBP. Misalnya A bertindak sebagai pelaku short selling, dengan menjual GBP kepada C. Mengapa A berani melakukan tindakan itu?
Pertama, perdagang­an forex terjadi secara future, artinya penyerahan dilakukan kemu­dian malah dalam praktik commodity future trading/bursa komoditi berjangka penyerahan ini tidak pernah ada-sehingga A tidak harus segera menyerahkan GBP kepada C.
Kedua, A berkeyakinan bahwa harga GBP akan menurun di waktu kemudian (setelah A menjual GBP kepada C). Informasi penurunan harga GBP di waktu kemu­dian itu merupakan kunci sukses short-selling.

Kita lanjutkan contoh diatas, katakan A melakukan short selling dengan menjual 1 lot (USD 10,000) GBP dengan kurs USD 1.8850 pada pukul 11.00. A berani menjual GBP dengan harga 1,8850, ka­rena dari analisis tehnikal A mendapatkan hasil GBP akan melemah terhadap dollar AS menjadi USD 1,8700 pada pukul 15.00 (setelah penjualan terjadi). Jika C bersedia membeli 1 lot GBP yang di jual A, maka kelak C akan menyerahkan uang sejumlah USD 1.8850 ke­pada A.

Apa yang terjadi selanjutnya? Misalnya, analisis yang dilakukan A tepat, pada pukul 15.00 kurs GBP menunjuk angka USD 1,8700 Dengan segera A melakukan order beli. Kebetulan B bersedia menjual 1lot GBP kepada A pada kurs USD 1,8700. Jadi kelak A harus menyerahkan uang kepada B sejumlah USD 187,000.

Dengan demikian, pada saat settlement :
1). A menerima uang sejumlah USD 188,500 dari C.
2). A segera membayar USD 187,000 kepada B.
3). A menerima 1 lot GBP dari B.
4). A memberikan 1 lot GBP kepada C.

Dengan strategi short selling yang dilakukan A itu, dihasilkan keuntungan USD 1,500. .

Kapan Short Selling Menguntungkan?

Apakah short selling selalu menguntungkan? Tentu saja tidak. Bagaimana ini bisa terjadi? lni terjadi jika : Pertama, Analisis A salah, misalnya perhitungan analisis teknikal yang dilakukan A tidak akurat sehingga keputusan short selling yang diambil A tidak tepat. Katakan pada pukul 15.00 dan sesudahnya ternyata kurs GBP justru menguat menjadi USD 1,8950. Dengan demikian, ketika A harus menu­naikan kewajibannya meyerahkan 1 lot GBP kepada C, A harus membeli GBP pada harga USD 1,8950. Kalau kebetulan,B bersedia menjual 1 lot GBP pada harga USD 1,8950, maka kelak A harus menyerahkan uang sejumlah USD 189,500 kepada B.

Dengan demikian, pada saat settlement :
1). A menerima uang sejumlah USD 188,500 dari C
2). A membayar sejumlah USD 189,500 kepada B
3). A menerima 1 lot GBP dari B
4). A memberikan 1 lot GBP kepada C

Di sini A menderita rugi USD1,000, ditambah dengan fee untuk pialang berjangka, akibat short-selling.

Kedua, kerugian bisa terjadi kalau A tidak berhasil mendapatkan 1 lot GBP. Artinya, tidak ada satupun investor yang bersedia mejual GBP, dengan berbagai alasan. Dalam perdagangan forex keadaan itu tidak akan pernah terjadi, sebab semua transaksi dijamin penye­rahannya oleh KBI.

Dalam transaksi saham kejadian seperti itu-gagal serah-masih mungkin terjadi. Untuk mengatasi masalah kerugian akibat tidak berhasilnya mendapatkan saham ini, bisa dipecahkan dengan cara meminjam saham kepada pihak lain. Tentu saja dengan disertai bi­aya tertentu (semacam bunga). Pihak yang bisa bertindak memberikan pinjaman saham bisa datang dari sesama investor, perusahaan pialang atau LKP (Lembaga Kliring dan Penjaminan).

Catatan Untuk Short Selling

Dari pengalaman A itu, ada pelajaran berharga yang bisa dijadikan referensi bagi investor, di antaranya :
1. Short selling merupakan tindakan spekulasi, sehingga tidak se­mua investor sanggup melakukannya. Short selling cocok bagi investor yang mengharapkan pendapatan dalam jangka pendek, dan memiliki sikap berani mengambil risiko.
2. Faktor informasi dan ketepatan analisis memegang peranan penting dalam mendukung ketepatan pengambilan keputu­san. lnformasi yang akurat dan analisis yang tajam menjamin ketepatan perkiraan, sehingga memungkinkan investor bisa mendapat keuntungan. SebaIiknya, bila informasi tidak akurat, demikian pula dengan analisis yang tidak mendalam, akan me­nyebabkan perkiraan tidak tepat, sehingga investor berpotensi menderita kerugian.
3. Dalam praktik perdagangan forex di BBJ, pihak-pihak yang ter­libat dalam short selling yakni investor A, B dan C, tidak pernah saling kenal, apalagi bertemu. Dan gagal serah maupun gagal bayar tidak akan pernah terjadi. Sebab semua transaksi dijamin keberhasilannya oleh KBI. Jadi tidak perlu khawatir melakukan short selling dalam investasi forex.

Tags:

pengertian Short sale,pengertian short sales,apa yang dimaksud dengan saham Short Selling,definisi shortsales,definisi short selling,kelebiha short sale,pengertian shortsales,short sale adalah
This entry was posted in forex online, investasi, marketiva indonesia, marketiva malaysia, trading indeks, trading komoditi, trading valas online and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>